5 Fakta Gempar Ancaman Teror di Kampus Unpar: Keamanan dan Kesiapsiagaan – Ancaman teror di kampus Universitas Katolik rtp slot Parahyangan (Unpar) Bandung baru-baru ini menggemparkan masyarakat.
Ancaman ini datang dalam bentuk surat kaleng yang beredar sebelum pelaksanaan wisuda, menimbulkan kekhawatiran di kalangan mahasiswa, staf, dan keluarga.
Berikut adalah lima fakta penting terkait ancaman teror di kampus Unpar yang perlu Anda ketahui.
Baca juga : Daftar Rekomendasi Universitas Terbaik Di Bandung
1. Ancaman Teror Melalui Surat Kaleng
Ancaman teror di Unpar muncul dalam bentuk surat kaleng yang ditujukan kepada rektor universitas. Surat tersebut berisi ancaman terhadap keamanan dan kelangsungan kegiatan di kampus, khususnya prosesi wisuda yang dijadwalkan berlangsung pada 15-16 November 20241. Ancaman ini menciptakan kepanikan dan kekhawatiran di kalangan civitas akademika dan keluarga mahasiswa yang akan diwisuda.
2. Respon Cepat dari Pihak Kepolisian
Menanggapi ancaman tersebut, pihak kepolisian segera melakukan tindakan pengamanan. Tim Jihandak Brimob Polda Jawa slot Barat diterjunkan untuk melakukan sterilisasi di seluruh area kampus. Polda Jabar dan Polrestabes Bandung berkoordinasi dengan pihak rektorat Unpar untuk memastikan keamanan dan keselamatan seluruh civitas akademika1. Langkah-langkah ini termasuk pemeriksaan menyeluruh di auditorium dan area sekitar kampus.
3. Pihak Kampus Menjamin Keamanan
Pihak Unpar melalui keterangan resminya membenarkan adanya ancaman teror tersebut dan memastikan bahwa mereka telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menjaga keamanan kampus. Rektor Unpar, Prof. Ir. Tri Basuki Joewono, menyatakan bahwa meskipun ada ancaman, prosesi wisuda tetap dilaksanakan dengan pengamanan yang diperketat2. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa kegiatan akademik dan non-akademik di kampus dapat berjalan dengan lancar dan aman.
4. Wisuda Tetap Berlangsung dengan Pengamanan Ketat
Meskipun ada ancaman teror, prosesi situs judi bola wisuda di Unpar tetap berlangsung sesuai jadwal. Pihak kampus dan kepolisian memastikan bahwa seluruh area kampus aman untuk digunakan. Wisudawan dan keluarga yang hadir di kampus tetap mengikuti prosesi wisuda dengan pengamanan yang ketat3. Langkah-langkah pengamanan ini termasuk pemeriksaan ketat di pintu masuk kampus dan pengawasan ketat selama acara berlangsung.
5. Tidak Ditemukan Benda Berbahaya
Setelah dilakukan sterilisasi oleh tim Gegana Brimob Polda Jabar, tidak ditemukan adanya benda berbahaya seperti yang disebutkan dalam surat kaleng tersebut. Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menyatakan bahwa hasil pengecekan menunjukkan tidak ada bom atau bahan peledak di area kampus4. Meskipun demikian, pihak kepolisian tetap melakukan pengawasan ketat untuk memastikan keamanan selama prosesi wisuda.
Kesimpulan
Ancaman teror di kampus Unpar Bandung menimbulkan kekhawatiran yang besar, namun respon cepat dari pihak kepolisian dan koordinasi yang baik dengan pihak kampus berhasil memastikan keamanan dan kelangsungan kegiatan akademik. Meskipun ancaman tersebut tidak terbukti, langkah-langkah pengamanan yang diambil menunjukkan kesiapsiagaan dan komitmen untuk menjaga keselamatan seluruh civitas akademika. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang bermanfaat dan menarik bagi pembaca tentang kejadian ini dan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman keamanan.